REPOSISI DAN REVITALISASI GERAKAN PRAMUKA

KARENA asas kesukarelaan berubah menjadi kewajiban tanpa disertai tambahan keterampilan yang memadai, maka Gerakan Pramuka menjadi mandeg. Secara kuantitas, Pramuka pernah mengalami lonjakan yang dahsyat, namun bersama melonjaknya jumlah anggota tersebut, justru kualitasnya semakin menurun, menukik masuk ke lorong hitam.

 Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka serta Kode Etiknya tak terbantahkan, bahwa Gerakan Pramuka mempunyai tujuan yang sangat mulia dalam membina generasi muda Indonesia yang mencintai negaranya, mencintai bangsanya.

 Namun yang terjadi sejak kejar target sejuta anggota, praktik gerakan ini menjadi berubah. Di sekolah-sekolah, Gerakan Pramuka berubah menjadi sekadar gerakan memakai baju Pramuka setiap hari Jumat atau Sabtu. Mereka hanya memakai baju Pramuka yang diwajibkan dari sekolah. Setelah itu tanpa ada upaya menambah wawasan dan keterampilan kepramukaan. Karena memakai baju Pramuka tanpa ujian dan keterampilan, maka kebanggaan sebagai anggota Pramuka menjadi luntur, bahkan menghilang.

Baca lebih lanjut

UJIAN SKU DALAM GERAKAN PRAMUKA

“Kita tetap taat pada prinsip dasar pendidikan moral kepramukaan, tetapi kita harus memperbarui acara kegiatan kepramukaan yang sesuai dengan aspirasi generasi muda dan kebutuhan masyarakat saat ini”,  (Sri Sultan Hamengku Buwono IX)

SEIRING kemajuan zaman, pergeseran nilai dalam kehidupan berlangsung tanpa bisa dicegah. Adalah naif bila gerakan pramuka sebagai wadah pendidikan nonformal bagi anak-anak dan remaja di tanah air tidak menyikapi perubahan ini. Yang harus dilakukan oleh gerakan pramuka tentunya bukan mencegah perubahan, tetapi berusaha menyesuaikan perubahan itu sehingga pramuka tidak ketinggalan zaman.

Salah satu wacana yang sekarang berkembang di kalangan pramuka adalah perlunya mengkaji ulang penerapan syarat-syarat kecakapan pramuka (SKU) sebagai salah satu prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan. Adalah Gubernur Jawa Barat sendiri, Kak Danny Setiawan selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jabar yang menyatakan bahwa sekarang ini sudah saatnya untuk merelevankan SKU agar sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini (”PR” 10/7). Beliau mengusulkan agar Gerakan Pramuka melaksanakan reformasi secara komprehensif pada ujian SKU sehingga bisa mengundang minat para remaja untuk tertarik menjadi anggota pramuka. Baca lebih lanjut

GERAKAN PRAMUKA TETAP PENTING DAN RELEVAN

Hari gini masih ke latihan pramuka? Mungkin begitu pertanyaan sebagian remaja saat melihat temannya ikut kegiatan pramuka. Cukup banyak yang menganggap bahwa pramuka kegiatannya itu-itu saja, tidak lebih dari tepuk tangan, bernyanyi, dan berkemah. Pramuka nggak penting, deh. Tapi apa betul?

Tentu saja tidak. Hal itu juga diungkapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Pramuka Utama dan Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka. Presiden mengatakan, Gerakan Pramuka tetap penting dan relevan, dan karena itu harus ditingkatkan. Watak dan karakter bangsa yang dibangun di negeri ini bukan hanya membentuk manusia yang cerdas berpengetahuan, namun juga yang tangguh kepribadiannya dan luhur budi pekertinya. Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.